Pages

Rabu, 28 Januari 2015

MUTIARA



MUTIARA YANG BERSINAR
            Ada yang mengatakan bahwa “tak kenal maka tak sayang”. Jadi, kenalan dulu yuk sama aku. Yah, namaku Mutiara dan sering dipanggil Ara. Kini aku duduk di kelas X SMK N 1 Taruna Bangsa, mengambil Kompetensi Keahlian Akuntansi. Teman-teman, Bapak/Ibu guru dan orang lain di sekitarku, mengenal diriku yang selalu energik, pemberani, selalu ceria dan pintar. Hhee :D
 Nah, sekarang giliran aku ngenalin ayah. Ayahku namanya Anto. Sosok laki-laki yang selalu mendorong dan memotivasi diriku dalam segala hal. Ayah hanya bekerja sebagai tukang parkir  dengan penghasilan yang sangat minim. Aku terlahir dari keluarga yang pas-pasan. Namun aku selalu bermimpi besar untuk jadi yang lebih baik dari ini.

SENDIRIKU DAN CINTA SEBENTARMU



SENDIRIKU DAN CINTA SEBENTARMU
(Muhammmad Rizky Aditya XII IPS II/21)


Pahit untuk kembali katakan
Sakit untuk kembali rasakan
Ku coba kuatkan perasaan
Saat kita mulai hapus dan tinggalkan
Rasa cinta menjadi persahabatan


Layaknya pelangi setelah hujan
Lambangkan indah cintamu
Yang pernah kau beri padaku
Walau hanya sebentar

Selasa, 20 Januari 2015

10 Langkah Mudah Membuat Esai

10 Langkah Mudah Membuat Esai

Untuk membuat sebuah esai yang berkualitas, diperlukan kemampuan dasar menulis dan latihan yang terus menerus. Pada dasarnya, sebuah esai terbagi dalam tiga bagian: pendahuluan, tubuh esai, dan penutup. Pendahuluan berupa paragraf yang memperkenalkan topik yang akan dikemukakan, berikut tesisnya. Tubuh esai terdiri atas beberapa paragraf (antara dua hingga lima paragraf, tergantung gagasan yang dikembangkan penulis). Penutup esai berupa paragraf kesimpulan. Berikut adalah 10 langkah mudah dalam menulis sebuah esai.

Rabu, 14 Januari 2015

kumpulan Puisi Kehidupan


 


AKU BISA MEMAHAMI TAK BISA MENGERTI

Puisi Dicky Risman Herlana

Aku....
Aku berdiri bersandar di tembok ini...
Memahami setiap isi bait yang ku temui...
Ternyata tak bisa ku mengerti..
Hanya bisa melihat dan membaca nya..

Aku....
Aku memang jalang dan tak berharga diri..
Yang selalu mengusik diri dengan api..
Menimba api dengan sayatan mimpi..
Aku tercoreng ke lembah ini...

Dan aku...
Aku terlihat menjadi inti diri...
Menjadi rapi di hari yang sunyi..
Dan aku menjadi sunyi di setiap hari..
Karena api ku padam di tiup sunyi...

CAHAYA ABADI



CAHAYA ABADI

Cahaya terang yang  terabaikan
Terbengkelai seakan menghilang
Tak dapat lagi kurasakan kehadiran-Mu
Tertutup oleh hal yang membutakan batin
                Sepi....sunyi..... yang terasa
                Berjalan sendiri dalam sunyinya malam
                Tertunduk lesu dalam lamunan
    aku telah berjalan jauh dari-Mu
                aku telah kehilangan-Mu
    Hal terpenting dalam hidupku

Teks dialog drama singkat

Teks dialog drama singkat

Ninda :
Apa kabar Lel?

Leli :
Baik Nin, kamu sendiri gimana, sehat-sehat saja kan?

Alhamdulillah, aku juga baik-baik aja.

Alvin :
Eeemmm.. aku kok nggak ditanya ya?

Leli :
Iya, sory dehh.. apa kabar temen kami yang tampan?

Alvin :
I am very well.. makasih ladies.

Alvin :
Keluarga apa kabar Lel?

Ninda :
Kok diem Lel?

Leli :
Sebenarnya nggak enak aku mau cerita soal keluargaku.

Alvin :
Kenapa lel?

Ninda :
Iya lel, kenapa? Cerita aja lagi ama kita, siapa tahu kita bisa ngebantu.

Leli :
Kalian kan tahu, kemarin Bapak Kespek nyuruh aku meluniasi hutang SPP yang sudah 3 bulan belum kebayar. Nah, waktu aku bilang ama orangtuaku, mereka malah menangis karena mereka memang tidak punya simpanan uang.

MIMPI YANG SEMPURNA



MIMPI YANG SEMPURNA

Suara nyaring ayam berkokok membangunkan seorang gadis dari tidur lelapnya, di sayup-sayup matanya terlihat cahaya mentari menembus celah-celah  anyaman bambu dari dinding kamarnya.   “Hari ini aku harus bisa membuktikan pada mereka dan dunia bahwa AKU BISA” gumam Mutiara dalam hati. Kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya dan bersiap-siap sekolah.

Mutiara            : “ yah rara berangkat dulu, satu minggu lagi rara udah mau ujian nasional. Terus nanti rara pengen nglanjutin kuliah ke perguruan tinggi” (sembari cium tangan ayah dan ibunya)
Ibu                   :  “ Ra, kamu tau kita itu orang susah untuk hidup aja utang sana sini, apalagi kalo kamu kuliah, mau bayar pake apa ra? ( kata ibunya dengan ketus)
Ayah               : “ Emang benar kata ibumu tapi Ra asal kamu sungguh-sungguh pasti kamu pasti bisa, ingat mimpi itu akan terwujud jika terus kamu kejar ra.
Mutiara            : “ Hah  emang mimpi itu bisa dikejar yah, berarti rara harus lari dong yah? “
Ayah               : “ Rara kok malah bercanda, ayah serius “
Mutiara            : “ Iya yah iya rara tau kok maksudnya. Yaudah rara berangkat dulu. Daaaaa ( sambil berjalan keluar rumah dan melambaikan tangannya)

***